Kekaguman Pertama
Bukan bermaksud sok kenal ama Steve Jobs yang menjadi toko dibalik kesuksesan Apple. Sejak kepergiannya rasa-rasanya ada perasaan dan prinsip yang mengikat dalam hati tentang perjalanan hidupnya. Awalnya saya sendiri gak kenal banget ama yang namanya Steve Jobs, namun saya pernah membaca tentang kisah hidupnya yang luar biasa(sebelum ia benar-benar tenar dengan I-Phonenya) khususnya ketakjuban saya tentang kerendahan hatinya untuk Back to Apple. Saya gak pengen bahas kesuksessan bisnisnya di dunia IT, karena kita semua mengetahui hal itu. Sangat disayangkan mengapa pemberitaan tidak memberitakan kisahnya yang menakjubkan tentang karakter yang ia miliki dibalik keberhasilan yang ia capai selama ini. Ada 4 Point karakter yang begitu melekat dalam diri Steve jika kita melihat kisah hidupnya selama ia berkarier.
Latar Belakang
Steve terlahir dengan nama Steve Paul Jobs. Lahir pada 25 Februari 1955 di San Fransisco, Amerika Serikat, Jobs kecil mendapatkan nama tersebut dari orang tua adopsinya Paul dan Clara jobs. Tak jelas kenapa Jobs diadopsi oleh kedua orang ini. Orangtua biologis daripada Steve Jobs sebenarnya juga memiliki otak cemerlang. Sang ayah, Abdulfattah John Jandali adalah seorang profesor sains politik. Sedangkan ibunya, Joanne Simpson ialah seorang ahli terapi bicara.
Mulai mendirikan Apple
Jobs mulai bekerja pada 1974 di Atari dengan profesi teknisi. Atari adalah perusahaan yang mendesain circuit board. Pada 1976, Jobs mendirikan perusahaan bersama Steve Wozniak rekannya, perusahaan yang sekarang dikenal dengan logo apple berwarna putih, Apple. Dengan visi ingin mengubah dunia, Jobs memulai perjalanan karirnya. Setelah mengeluarkan komputer pertama yang bernama Macintosh, Steve Jobs harus rela dipecat oleh CEO Apple saat itu yang bernama John Sculley. Ketegangan internal mengakibatkan keretakan hubungan kerja yang juga berimbas dengan menurunnya kinerja perusahaan. Jobs juga dianggap sebagai seorang pemarah, mudah berubah pikiran dan keras kepala.
4 Karakter Emas Steve Jobs
Dibalik lihainya ia berbisnis ada beberapa point karakter dari Steve yang saya catat:
Point Pertama: Tidak Mudah Menyerah Pada Kondisi
Bukan Steve Jobs namanya kalau ia menyerah dengan kondisi hidupnya. Jobs lantas mendirikan perusahaan baru bernama NeXT Computer. Produk yang dihasilkannya di NeXT dianggap gagal dan mahal. Penderitaan Steve Jobs masih belum berakhir. Namun ia kembali bangkit. Jobs yang mengakuisisi The Graphics Group di tahun 1986, sebuah studio film animasi kecil. The Graphics Group yang kemudian berubah nama menjadi Pixar itu mulai beranjak sukses di tahun berikutnya. Sukses Jobs ini diperoleh setelah merilis film Toy Story di tahun 1995. Saya masih ingat film ini dulu sangat saya sukai, dan saya rasa kamu juga. Dari sini saya mempelajari bahwa Jobs selalu mencari atau mungkin membuat jalan kesuksesannya sendiri. Tanpa terbayang-bayang masa lalu yang sebenarnya cukup membuatnya stres. Tak hanya itu, Jobs bisa memulai kisah sukses dari bidang yang bukan industri komputer, film animasi.
Di akhir 1996, Jobs berusaha agar Apple mau mengakuisisi NeXT. Dengan dalih bahwa NeXT memiliki sistem operasi yang dibutuhkan Apple, Jobs berhasil menjual NeXT kepada Apple seharga USD 429 Juta. Sekali lagi Jobs tak berhenti dengan kesuksesan Toy Story. Jobs juga berhasil merubah perusahaan yang tak menguntungkan menjadi modal besar baginya.
Point Kedua : Mengampuni karena Ketulusan Pada Teknologi
Bukan hal yang mudah untuk dapat kembali ke sebuah perusahaan yang pernah memecata Anda. Tapi Job malah masih mau menerima tawaran dari perusahaan yang pernah memecatnya. Jobs yang saat itu kembali ke Apple akhirnya menjabat sebagai CEO. Dari tahun 1997, Jobs lantar mengeluarkan produk Apple fenomenal seperti iPod, iMac, iPhone, iPad dan iCloud yang sukses mengantarkan Apple sukses besar, bahkan di bursa saham. Karena kecintaan dan ketulusannya pada Teknologi ia malah dapat tetap bekerja secara maksimal dan kembali dengan membawa nama besar Apple kepentas Dunia.
Point Ketiga: Cinta Mati Dengan Apa yang Dikerjakan
Ia benar-benar cinta mati dengan pekerjaannya. Jobs harus mengalami masa jayanya itu dengan dihantui kanker pankreas pada Agustus 2004 dan akhirnya harus menjalani operasi. Jobs yang akhirnya dinobatkan sebagai CEO terbaik Amerika, mengalami yang namanya cuti. Disini, Jobs masih memikirkan dunia dan terus menciptakan produk walau masih dalam kondisi tak sehat.
Point Keempat: Visi yang Mulia
“Menciptakan produk yang mengubah dunia”, inilah yang menjadi visinya saat pertama kali mendirikan Apple. Apalah gunanya produk jika ia tak dapat melakukan sesuatu bagi dunia. Masuk akal sekali.

1 komentar:
Steve Jobs mempunyai Ayah tiri yang gak tau kenapa beliau gak mw jaga steve dan akhirnya memutuskan utk memasukkan steve ke Panti Asuhan dan kemudian di adopsi oleh kedua orangtua angkat yg kamu sebutin diatas tadi..
Hehehe..
Nice blog Teman..
Ne Blogku, Teman Sekelasmu..
Suzi @ Uc Herawati ^^
Posting Komentar