JAKARTA--MICOM: Sampai dengan 27 Desember 2010, cadangan devisa Indonesia mencapai US$94,7 miliar. Jumlah cadangan devisa tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta (29/12). "Akumulasi cadangan devisa mencapai US$94,7 miliar, posisi 27 Desember 2010. Posisi cadangan devisa ini merupakan jumlah terbesar dalam sejarah perekonomian Indonesia," ungkapnya.
Peningkatan cadangan devisa tersebut merupakan cermin kekuatan ekonomi Indonesia yang didukung kinerja sektor eksternal. Darmin menyebutkan neraca pembayaran pada tahun 2010 juga diperkirakan akan mencatat surplus US$ 27,4 miliar.
Darmin mengatakan bahwa sepanjang 2010 kondisi perekonomian Indonesia terus membaik disertai dengan kestabilan makro dan sistem keuangan. Bahkan ia memperkitakan pertumbuhan ekonomi 2010 mencapai 6%. "Nilai tukar rupiah bergerak stabil dan cenderung menguat, didorong oleh besarnya arus masuk modal asing sejalan dengan kuatnya fundamental ekonomi, besarnya imbal hasil, dan positifnya persepsi resiko Indonesia," tambahnya.
Peningkatan kegiatan ekonomi 2010 juga ditopang oleh kinerja sektor perbankan yang terlihat dari meningkatkan fungsi intermediasi dan terjaganya stabilitas sistem keuangan. Hal tersebut tercermin dari ekspansi kredit yang diperkirakan mencapai 22% selama 2010.
Selain itu indeks stabilitas keuangan Indonesia mencapai 1,79 per November 2010. Menurut Darmin, jumlah itu jauh lebih rendah dari indeks pada saat krisis 2007/2008 yang mencapai 2,43. "Kalau batas sehatnya 2%," ujarnya. (*/OL-2)
Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta (29/12). "Akumulasi cadangan devisa mencapai US$94,7 miliar, posisi 27 Desember 2010. Posisi cadangan devisa ini merupakan jumlah terbesar dalam sejarah perekonomian Indonesia," ungkapnya.
Peningkatan cadangan devisa tersebut merupakan cermin kekuatan ekonomi Indonesia yang didukung kinerja sektor eksternal. Darmin menyebutkan neraca pembayaran pada tahun 2010 juga diperkirakan akan mencatat surplus US$ 27,4 miliar.
Darmin mengatakan bahwa sepanjang 2010 kondisi perekonomian Indonesia terus membaik disertai dengan kestabilan makro dan sistem keuangan. Bahkan ia memperkitakan pertumbuhan ekonomi 2010 mencapai 6%. "Nilai tukar rupiah bergerak stabil dan cenderung menguat, didorong oleh besarnya arus masuk modal asing sejalan dengan kuatnya fundamental ekonomi, besarnya imbal hasil, dan positifnya persepsi resiko Indonesia," tambahnya.
Peningkatan kegiatan ekonomi 2010 juga ditopang oleh kinerja sektor perbankan yang terlihat dari meningkatkan fungsi intermediasi dan terjaganya stabilitas sistem keuangan. Hal tersebut tercermin dari ekspansi kredit yang diperkirakan mencapai 22% selama 2010.
Selain itu indeks stabilitas keuangan Indonesia mencapai 1,79 per November 2010. Menurut Darmin, jumlah itu jauh lebih rendah dari indeks pada saat krisis 2007/2008 yang mencapai 2,43. "Kalau batas sehatnya 2%," ujarnya. (*/OL-2)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar