Sebaiknya kita lebih memperhatikan bila gejala ini terjadi pada anda.Gejala ini dinamakan penyakit kuning (jaundis) atau biasa digolongkan sebagai hepatitis A. Penyakit ini menyerang siapa saja tanpa pandang usia dari muda sampai tua sekalipun.
Gejala penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya flu, rasa mual, demam, kepala pusing, sir seni berwarna merah.Tapi yang menjadi indikasi utama adalah saat bagian bola mata yang berwarna putih menjadi kekuningan dan perut bagian sebelah kanan atas terasa sakit atau bebal.
Gejala penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya flu, rasa mual, demam, kepala pusing, sir seni berwarna merah.Tapi yang menjadi indikasi utama adalah saat bagian bola mata yang berwarna putih menjadi kekuningan dan perut bagian sebelah kanan atas terasa sakit atau bebal.
Warna kuning yang timbul pada kulit mata disebabkan oleh peningkatan bilirubin dimana bilirubin akan dibawa ke liver untuk metabolisme, tetapi karena ada gangguan pada hati maka kerja organ ini terganggu hingga bilirubin akan meningkat jumlahnya dalam darah yang menyebabkan warna kuning.
Penularan penyakit kuning/hepatitis A ini berbeda dengan penularan pada Hepatitis B dan Hepatitis C.Anda dapat tertular melalui virus ini (bila Allah kehendaki/takdirkan) melalui makanan dan minuman yang tercemar kotoran. Virus ini akan masuk dalam sel hati dan bersembunyi dalam empedu yang kemudian masuk ke dalam sistem pencernaan.
Oleh Karenanya, hal ini membuat kotoran penderita mempunyai konsentrasi tinggi selama masa infeksi. Ketahanan virus ini selama tiga sampai empat jam dalam ruangan bersuhu normal. Maka tidak heran penularannya sangat mudah terjadi.Penularan virus hepatitis A pada umumnya bergantung pada kondisi higenis lingkungan. Tetapi boleh diketahui pula penularannya bisa akibat berhubungan langsung seperti berciuman atau kontak tubuh lainnya.
Yang perlu dilakukan bila tertular penyakit ini adalah merawat penderita dengan baik, setelah mencapai masa 6 bulan biasanya bisa disembuhkan. Penderita harus istirahat total selama satu hingga empat minggu, menghindari kontak badan dengan non penderita dan diberi makanan yang cukup protein tapi rendah lemak. Apabila penderita menjalani perawatan dirumah, semua pakaian bekas dipakai, alat makan dan minum harus dicuci secara terpisah untuk menghindari terjadinya penularan. Kemudian kamar kecil(toilet) yang sehabis digunakan penderita sebaiknya dibersihkan dengan antiseptik.
Penularan penyakit kuning/hepatitis A ini berbeda dengan penularan pada Hepatitis B dan Hepatitis C.Anda dapat tertular melalui virus ini (bila Allah kehendaki/takdirkan) melalui makanan dan minuman yang tercemar kotoran. Virus ini akan masuk dalam sel hati dan bersembunyi dalam empedu yang kemudian masuk ke dalam sistem pencernaan.
Oleh Karenanya, hal ini membuat kotoran penderita mempunyai konsentrasi tinggi selama masa infeksi. Ketahanan virus ini selama tiga sampai empat jam dalam ruangan bersuhu normal. Maka tidak heran penularannya sangat mudah terjadi.Penularan virus hepatitis A pada umumnya bergantung pada kondisi higenis lingkungan. Tetapi boleh diketahui pula penularannya bisa akibat berhubungan langsung seperti berciuman atau kontak tubuh lainnya.
Yang perlu dilakukan bila tertular penyakit ini adalah merawat penderita dengan baik, setelah mencapai masa 6 bulan biasanya bisa disembuhkan. Penderita harus istirahat total selama satu hingga empat minggu, menghindari kontak badan dengan non penderita dan diberi makanan yang cukup protein tapi rendah lemak. Apabila penderita menjalani perawatan dirumah, semua pakaian bekas dipakai, alat makan dan minum harus dicuci secara terpisah untuk menghindari terjadinya penularan. Kemudian kamar kecil(toilet) yang sehabis digunakan penderita sebaiknya dibersihkan dengan antiseptik.
Atau
Warna yang timbul pada bagian putih mata (sklera) berhubungan dengan kondisi hati dan paru. Jika sklera tidak seputih cemerlang seperti sediakala, biasanya dapat disebabkan paparan angin, debu, kotoran atau polusi pada mata, kelelahan, kurang tidur. Coba perhatikan orang-orang yang merokok, biasanya skleranya tidak putih cemerlang.
Keadaan yang serupa juga dapat ditemui pada pengendara motor jarak jauh, terutama yang tidak menggunakan pelindung mata dan tubuh yang memadai. Jadi, kejernihan sklera dapat diraih dan dijaga dengan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, penggunaan pelindung tubuh yang memadai, juga tindakan membersihkan mata seperti gurah mata, yang higienis dan aman.
1 komentar:
Risau ni. Mata suami sy kekuningan...
Posting Komentar